Sukses ngga harus sebelum Umur 30

Eskpektasi bisa membunuhmu.

Waktu umur 20an dulu, aktivitas gue dipenuhi dengan ngikutin acara-acara seminar, motivasi, workhsop, baca-baca buku bokep dll. Dengan harapan ngikut gituan, gue akan ketularan suksesnya pembicara.

Gue membangun ekspektasi agar berhasil (finansial) sebelum umur 30 tahun, diiringi dengan belajar lebih keras, berusaha lebih keras, dan gagal lebih cepat.

Di umur 23, gue berhasil membangun kembali usaha yang hampir bankrut dikelola temen gue. Umur 24, gue mulai menulis buku, diterbitkan dan menjadi best seller, dan di tahun yang sama, buku itu difilmkan ke layar lebar. Di tahun yang sama pula, gue menulis buku kedua. Produktif sekali bukan? Iya, gue pake kage bunshin.

Bisa dibilang, gue berhasil sebelum umur 30, indikatornya: banyak yang dateng minjem duit.

Flashback, gue tidak berprestasi akademik di kampus; salah jurusan, telat lulus, bolak balik ngulang dan ngutang di warteg, jadinya diremehkan, setelah beberapa pencapaian di atas, mereka cukup bangga punya temen kayak gue, bisa dilihat dari perbedaan perlakuan mereka.

Hingga umur 27, semua bisnis dan karir gue bankrut karena ditipu orang-orang kepercayaan. Fase broken umur 27-30, selain broke finansial, gue juga broke mental.

Read more